Al-Mantappu Minyak Kutus-Kutus


Menulis judul Al-Mantappu mungkin karena keseringan nontonin yutubnya Jerome Polin hehe. Tapi memang minyak ini mantapp sekali, duakali, berkalikali!!

Anyway, tulisan ini adalah lanjutan tentang cerita kursi plastik bulan lalu. Di tulisan tersebut aku cerita soal pasca kecelakaan jatuh terduduk, yang dipijitin mbah Mis itulo. Nah sebenarnya, rasa sakit akibat jatuh itu berkurang bukan hanya karena pijatan tangan mbah Mis, tapi juga karena bantuan minyak Kutus-Kutus.

Namanya memang terdengar gimana gitu ya, aku pernah salah sebut Kusut-Kusut loh di salahsatu tweet yang langsung dikoreksi temen yang baca.

Oke pertama-tama sebelum tau khasiatnya kalian harus tau soal harga. Minyak ini tergolong mahal, sekitar Rp 200.000/botol yang isinya 100ml, sebenrnya harga tergantung kalian beli dimana sih hehe.

Minyak herbal ini dibuat dari 69 tanaman obat yang diolah khusus dengan cara tradisional, hingga menghasilkan minyak yang dapat membantu proses penyembuhan. Untuk tulisan yang lebih kaya tentang minyak ini kalian bisa klik disini.

Minyak dengan aroma herbal yang khas ini diklaim banyak orang sebagai minyak penyembuh segala jenis penyakit. Sampai-sampai katanya bisa nyembuhin kanker dan diabetes.

Padahal, dilansir oleh detik health (link beritanya), si pembuat minyak kutus-kutus, Servasius Bambang Pranoto menuturkan bahwa sebenarnya minyak kutus-kutus tidak menyembuhkan penyakit secara spesifik, tapi minyak ini dapat merangsang kekuatan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Anggap saja seperti kerja imunisasi dan antibodi yang membentuk tubuh agar mampu melawan virus-virus dan penyakit.

Jadi, bukan minyaknya yang nyembuhin penyakitnya tapi tergantung kinerja tubuh masing-masing. Kan kemampuan tubuh orang beda-beda dalam mengahadapi penyakit, masalah, juga pasangan, loh loh?

Ternyata minyak ini sudah lama ada di stok rak perminyakan di rumah. Tanpa kutau, Umik sudah lumayan lama pakai minyak ini, kebetulan umik punya sakit saraf terjepit, berobat ke dokter manapun sampai juga ke tukang pijit legend berkali-kali, tapi masih sakit. Nah setauku (ternyata umik udah pakai setahun lebih) sejak pakai minyak ini umik udah juarang ngeluh sakit.

Karena aku juga gak punya penyakit yang butuh dioles minyak (menurut perspektifku loh ya) jadi gak pernah sekalipun nyoba minyak ini. Mungkin familiar baunya iya, tapi nyoba ya baru kemarin itu.

Nah setelah jatuh terduduk itu, bulekku yang ternyata super duper fanatik sama minyak ini, bolak-balik nanyain

”wes kon kei minyak kutus-kutus ta?”

“ndang dilaburi kutus-kutus, isek onok ta nak oma minyak e?”

“piye rasane mari dikei kutus-kutus”

Dan berbagai kalimat tanya lain. Pertama kali kuoles minyak itu mungkin sekitar 8 jam setelah kejadian jatuh-jatuhan yang beneran itu, besoknya waktu bangun tidur masih terasa sakit (yakali semalam langsung sembuh). Nah setelah dipijit mbah Mis, sepertinya minyak itu baru bekerja.

((Pas dipijit mbah Mis aku gak dioes pakai minyak kutus-kutus, tapi pakek minyak VCO. Kapan-kapan lah kita bahas minyak ini juga, mantapp)).

Sekitar semingguan, rutin kuoles minyak kutus-kutus di area yang sakit, nyeri perlahan ilang, kemudian ilang sakitnya, 1000% honest review ini, yakinnn.

Nah, ada kejadian lucu gara-gara minyak ini. Waktu ngambil minyak kutus-kutus di rak obat dan perminyakan di rumah, aku tanya abi tanpa sepengetahuan umik dimana letaknya (nah kebetulan umik udah jarang makek, mungkin karena gak sakit, umik jadi jarang makek). Di rumah, ada sekitar 3 hari aku rutin ngolesin minyak itu. waktu balik ke kos, minyaknya ku bawa, aku stay dikos sekitar 5 harian. Pas telfon rumah aku bilang ke umik.

“mik, minyak kutus-kutuse tak beto loh”

Umik jawab “oala iyo”

“loh samean gak nggoleki ta? Gak samean gae ta?”

“lah piye oleh gawe wong samean gowo, pokoke ojo dientekno”

“piye ngenteknoe wong gak tak ombe mik”

“huahahahahaha” umik ketawa.

Gak lucu? Ah lucu kok menurutku. Yaudah lah itu selingan tok. Pokoke ternyata minyak kutus-kutus ini gak hanya bisa membantu penyembuhan sakit linu, keseleo, rematik, dan urusan minyak oles tok kok rek.

Oiya.. Fyi aja buat kalean, minyak ini dari Bali. Menurut tulisan di webnya kutus-kutus, produksinya berawal dari pak bambang si pencetus minyak kutus-kutus ini mengalami kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan, kemudian beliau berusaha meracik obat tradisional untuk kesembuhan kakinya. Setelah dibalur ke kakinya selama 3 bulan secara rutin, kakinya menunjukkan perubahan yang positif dan akhirnya sembuh total.

Beliau lalu memberikan minyak racikannya ke teman-temannya yang sedang sakit, mereka mengalami perubahan postif, laluuu bapak ini memulai produksi agar dapat dijual secara umum.

Gitu tuh jadi manusia, khoirunnasi anfa’uhum linnas.

Wah luar biasa ya? Iya!

Sumber foto.

Komentar

Postingan Populer