Dari mulai teledor, toilet, sampai pantai duyung Samila (1)

Van berjejer di Hatyai Bus Terminal

Hatyai, 23 December 2019.


Akhirnya hari ini kita keluar kota!

Pagi pagi, kami bertiga sudah bersiap untuk pergi ke Kedutaan Indo di Songkhla. Keindoan kami harusnya ditinggal jauh di tempatnya sana. Janjian diantar naik motor sama guru-guru pembimbing masing-masing ke station tempat van transportasi umum di Padang Besar pukul 6.30, kami molor 20 menitan. Sibuk sarapan dan ngelanjutin mekapan yang baru rampung setengah.

Sekitar pukul 7 kami sampai di tempat yang ternyata hanya berjarak 3 blok saja dari homestay. Awanya kukira kita akan naik bis kecil antarkota seperti di Indonesia, but it wasn't, ternyata kendaraan tranpostasi umum antar kota disini itu berupa van putih dengan kursi dudukan yang cukup nyaman, dengan fasilitas yang ah... kalau di indo itu mobil travel.
Van station di Padang Besar, Sadao
Sekitar 15 menit kami menunggu keberangkatan van, masuk pertama kali aroma tercium khas sekali. Harum aroma khas di bioskop xxi di Indonesia, how could that be? kalian pasti yang familiar dengan bau lobby bioskop hafal kan baunya? yang ditempat popcorn dan snack ituuuu.. mirip semirip-miripnya. Kursi dudukan van sangatt nyaman, dengan voume ac yang pas, serasa nonton bioskop 5D wkwk (yaampun gaboleh lebay). Naik itu berasa jadi member girlband-girlband korea wkwk.
Van sebelah kanan yang kami naiki
Kursi penumpang di samping supir terlihat kosong, juga masih ada 5 kursi kosong di belakang. Ternyata waktu perjalanan, van sesekali berhenti memungut penumpang (mungkin penumpang harian) yang biasa berangkat pagi ke kota sebelah. Van tidak ngetem seperti angkot di indo ya, kendaraan ini hanya berhenti untuk memungut penumpang di setiap titik pemberhentian. Pemberhentian pertama, siswi SMA yang aduh rapi sekali dari mulai seragam, potongan rambut, dan tasnya. Mirip-semirip miripnya dengan visual drama-drama thailand. Pemberhentian kedua dan seterusnya sepertinya lelaki pekerja, dan yang terakhir yang mengisi kursi samping supir, adalah biksu dengan pakaian oranye khas.

Sepanjang perjalanan, rasanya seperti menonton film di bioskop, karena memang baunya seperti bioskop😅 dengan backsound ibu-ibu yang duduk tepat di kursi depanku mengobrol dengan bahasa thailand, dan depannya lagi yang terlihat seperti turis malaysia, mereka sesekali terdengar berbahasa inggris. Pelajar rapi yang duduk tepat dibelakangku dan bapak-bapak terdengar tidak bersuara. Perjalanan nyaman sekitar 1jam itu berjalan sangat menyenangkan. Aku sibuk memperatikan crosswalk dan juga berbagai traffic sign yang tidak ada di Indonesia--seperti sign bergambar sapi, dan berbagai tulisan huruf thailand serupa rumah keong.


Sebelum sampai di terminal, ternyata suasana pagi di jalanan kota Hatyai tak jauh berbeda dengan di Surabaya, bedanya disini macetnya masih wajar, dan motor tidak sebanyak di Surabaya, dan karena jalanan lebih lebar, terlihat lebih rapi semua jenis kendaraan ini berbaris ketika macet. Pengendara motor-pun terlihat santuy tanpa memakai helm. Dannnn yang menarik perhatian adalah mobil angkutan umum jarak pendek, yang kuceritaan di postngan sebelumnya, seperti mobil patroli satpol PP, terlihat siswa berseragam rapi berdiri di belakang mobil sambil bergelayut memegang tiang penyangga. Ah seandainya tadi kufoto.


Oh lupa kusebutkan kalau biaya perjalanan itu 50bath. Hitung sendiri lah berapa kalau diakumulasi ke rupiah.

Suasana Hatyai Bus Terminal

Oke, sampai di Hatyai bus terminal, kita, actually was only me, sibuk buru-buru turun karena nahan buang air besar. And it just a little FYI guys, everywhere and anytime I go in new places, I shouldve go to its toilet, I dont know why, but my body just ask me to do it, I dont know why, but it just happens everytime, everywhere. Gak cuma disini, di Indo pun aku juga gini. Febri, temen yang biasa keluar bareng udah hafal betul soal hal ini wkwkw.


Turun van tanpa pikir panjang aku langsung ke pusat informasi, tanya mas-mas dimana toiletnya. Nah, karena sepi, habis buang hajat kufotoin buat kenangan, first time sampai di Hatyai malah pengen boker, oh Nida!!

Ini toiletnya, kagetnya free gada biaya kayak di indo duarebu wkwk
Keluar dari toilet, kedua temenku udah nungguin di dudukan kursi. One of them asked me about "mbak, botol yang tadi kamu keluarin mana?"

Then I shocked and...........


"GUYS I LEFT IT IN THE VAN" jawabku panik sepanik paniknya, karena itu bukan botol minumku, dan itu bener-bener baru beli dipasar minggu kemarin pagi, huaaaaa.


Kita bertiga jalan cepat ke tempat van berhenti tadi, dekat di pintu masuk. Sebelum ninggalin area dekat toilet itu, ada bapak security yang nanyain kita mau kemana, karena mukaku panik banget kujawab asal "Hatyai pak hatyai, udahlah aku tak rono sek ono seng kari" tanpa ngehirauin bapak itu mana faham bahasaku.


Nah, setelah kuliatin satu-persatu van yang keliatan sama semua karena warnanya putih semua😭 aku jadi makin bingung dan.. akhrnya kuputuskan untuk gak ngerepotin kedua temenku yang ngekorin dari muali turun van sampai sekarang ikutan bingung karena teledorku.


Kusuruh mereka duduk di kursi pinggiran crosswalk, eh ada bapak-cakap-melayu-pandai-kali-didekat-tu-dudukan, beliau tanya nak pergi mane kita-kita nih, setelah bercakap melayu indo yang aku dan temenku banyak gak fahamnya. Akhirnya aku tanya aja dimana harusnya kita duduk kalau nungguin mobil jemputan dari luar terminal. Then bapak tu nyuruh kami nunggu dipintu masuk sebelah security.


Disana, karena kami keliatan bingung, mostly aku dengan muka panik juga bingung, kemudian dideketin sama bapak security yang tadi nanyain di dekat toilet.

pak security ini baiiik banget
Ternyata, bapak itu lancar melayu, nak pergi mane? dari mane? kenape? semua bilau tanya.

Sampai akhirya aku inget mobil van yang kunaiki, ternyata sempat kufoto sebelum berangkat. Dengan nomor plat yang jelas tertera disana, kubilang ke bapak itu kalau ada barang yang tertinggal disana. Bapak itu sambil bawa hpku, diajaklah aku muter-muter terminal bis, ngecekin supir dan juga tanya di tempat loket, nanyain dimana sekarang van itu berada. Dikelilingi sopir van, aku sangat menarik perhatian bapak-bapak sopir seragam biru, gimana gak? wong aku keliling-keliling terminal sambil ngekor bapak security, untungnya semua bapak-bapak itu ramah dan informatif wkwkw. Meskipun akhirnya kami tau kalau van sudah berangkat ke Songkhla, bapak security bilang kalau beliau sudah titip pesan ke penanggung jawab van lokasi Padang Besar, untuk naroh barang kami di loket van Padang Besar. Alhamdulillah (meskipun belum sempurna lega, tapi sedikit tenang sekaligus senangg).


Nah, ternyata yang ketinggalan di van gak cuma botol air minum, jaket ijoarmy temenku juga gak sengaja ketinggalan. Lalu, sambil menunggu jemputan poóh (bapak kepsek yang nganterin kita ke kedutaan), kami diajak ngobrol sama bapak local Hatyai, yang juga berseragam biru, kebetulan beliau muslim. Cakap sekali berbahasa melayu dan sedikit faham pelafalan bahasa Indonesia.

Bapak-bapak local Hatyai yang gak tau namanya siapa ehehe
Bapak tersebut memulai banyak pertanyaan tentang Indonesia, bagaimana disana, bencana alamnya, gunung-gunung berapinya, agama orang-orangnya. Dan yang menarik, beliau kasih tunjuk kami video muslim berkerudung yang melihara anjing, banyak anjing. Beliau tanya

"Indo gini boleh tak? muslim, pelihara anjing??" dengan nada heran dan nyodorin video di hpnya.


"oh, ade pak, tapi tak banyak, sikit je yang kek tu" jawabku.


"ohhh sikit, tak banyek ya? gimane ni?" sambil masih heran


Aku karena habis jawaban mau jelasin gimana, "boleh, nanti suci tujuh kali bapak, susah memang, tapi tak banyak macam tu, satu due je".


"kamu??"

"ah, tak pak, mana berani, tak hehe"


Lalu bapak security sampingnya tanya ada apa, sambil nyodorin video beliau jelasin ke temennya itu.

Setelah itu, kami beralih topik bahasan, aku mengeluh soal barang yang kutinggal di van tadi. Botol dan jaket. Eh bapaknya bilang.


"jauh jauh dari Indo ya, tapi barang tinggel je di kereta" 


Hua.. malu kali aku dengan ketelodoranku ini


"baju pula kau tinggal di kereta tadi?"


Huhu..malu.


Setelah kutunjukin plat nomor van, bapak tersebut terlihat nelfon, sambil mangut mangut, selesai tutup telfon, beliau bilang sambil nyodorin hpnya


"nih, nomor sopir kerete tuh, dah bilang, nanti barang ambil di Padang" 


"ade nomor thailand tak?"  tanyanya


"oh ade pak" sambil cengengesan sekaligus sigap, kusimpan nomor supir itu di hpku.


AH SENANGNYA. MASALAH SEDIKIT ADA TITIK TERANG..


Lalu tak lama, Poóh menelfon salahsatu temanku, bilang kalau beliau 3 menit lagi sampai. Dan benar tepat waktu sekali, pas 3 menit. Hanya saja kami sempat bingung karena tempat jemput dan tempat kami menunggu tidak sama. Poóh di pintu keluar, kami di pintu masuk. 5 menit kemudian, setelah meninggalkan semua bapak-bapak baik yang kuceritakan tadi. Kami mulai melanjutkan perjalanan ke Songkhla.


Sudah pagiii ternyata, cerita soal toilet dan pantainya lanjut besok saja ya, hehehe.

Komentar

Postingan Populer