Akhirnya sambat soal Skripsi

Foto pemanis, gerhana matahari beberapa pekan yang lalu


Hari ini, tepat sebulan sehari aku hidup disini. Buanyak hal yang sudah kulalui, dari mulai nahan emosi ngadepin orang yang egoisnya gak ketulungan, sampai ketemu dengan orang yang baiknya aduh.. saking baiknya tak cukup dijelaskan lewat definisi kata.

Sebagai anak intern, guru magang di sekolah, ada saja yang terjadi. Pernah berangkat sekolah gak mandi karena kesiangan, pulang sekolah tepar kecapean, keteteran bagi waktu ngerjain tugas kuliah, cari data untuk skripsi, nyiapin materi dikelas, ngurusin rumah, dan juga soal ngerancang program kkn. Semua hal itu bebarengan kulakukan.

Capek? oh ya tentu saja.

Tapi yang paling bikin capek adalah, menjaga mood sendiri dengan banyak beban tanggungjawab. Contohnya proposal skripsi-- yang tentu hal wajib, dann per tanggal ini, teman-teman dikelasku, di kampus sana, sudah selesai menulis chapter 1, mereka mungkin bahkan udah duakali bimbingan ke dospim masing-masing.

Nah, karena terhalang jarak, aku ribuan mil jauhnya dari mereka. Euforia tegang menyusun chapter 1 tak kurasakan samasekali. Meskipun sudah bimbingan dengan dospim via WhatsApp, namun masih belum jelas mau kuapakan dataku. Dan tiap akan memulai nulis, ada aja yang menghalangi, seperti mood tiba-tiba down, anehnya tidak semudah menulis sambatan dan cerita di blog ini.

Menyedihkan.

Andai menulis skripsi semenyenangkan menulis disini.

AND GUESS WHATTTT
 beberapa menit yang lalu, a friend of mine send me this..



"Skripsi ae males kok kape kuliah maneh" sepertinya kalimat sederhana itu bakal nge-boost semangatku ngelanjutin bab 1, semoga.. doakannn yaaaaaaa😭😭😭😭😭😔


Komentar

Postingan Populer