Hi Hello? Are there any readers here?
Should i write about what i've been through? i like to write all the things in my mind, but not all of them will end up here, mostly the childish ones would end up in my journal, complete with tears, mocks, smiles and regrets.
Like telling y'all about my day, my past or maybe my future plan here.
Sometimes here, i write about random. You can check them out if youre curious.
And now, what will i write?
I know all of the posts in this blog are mostly read by me, I'm the only one reader for all my writing, here or in my journal.
I like to re-read all my writing. It gives me strengths sometimes and reminds me of all the good things behind. because all the memories that have been erased perfectly in my brain could not be recalled. I write to remind those memories (anyway, my English isn't grammatically correct, i know but whatever).
Dengan menulis, kadang.. kadang ya, kadang aku jadi tau mauku apa, aku harus gimana dan aku tuh udah menyelesaikan apa aja sih. Meskipun semua hal itu cuman "kadang" tapi setidaknya aku sudah mengingatnya lewat tulisan. Bayangkan saja, seorang pelupa ini, kalau tidak menulis, apa yang bisa kuingat? tidak ada.
Memori milikku lebih banyak yang salah, meskipun tidak serta-merta selalu salah. Karena sifat ingatan memang abstrak, lebih banyak tidak jelasnya ketimbang jelasnya. Apalagi untuk seorang pelupa. Makanya dengan menulis, kuusahakan mendeskripsikan dengan sedeikian rupa, agar bisa kuingat nantinya.
Namun tulisan ya sebatas tulisan, tidak bisa merekam memori bau dan pemandangan.
Sejelas-jelasnya mendeskripsikan, untuk rekaman pemandangan, footage gambar akan lebih sempurna dari pada deskripsi tulisan.
Selain bau dan pemandangan, tulisan adalah cara sempurna untuk menyimpan memori.
Dan caraku mengingat ya dengan menulis.
Caraku meluapkan perasaan juga dengan menulis.
Terkadang, caraku mengekspresikan kemarahan juga dengan menulis. Selain sambil nangis dan bingung sendiri, menulis cukup membuatku tenang.
Mungkin kalau aku menemukan seseorang yang bisa kuajak diskusi dan berbagi susah senangnya aku dalam melewati hari, porsi menulis mungkin akan jadi berkurang, meskipun itu cuma sebatas mungkin.
Wahh tapi apa gunanya mungkin. Kemungkinan cuma sebatas dugaan, yang didalamnya pasti terselip secuil atau mungkin sepotong besar harapan. Nah, lalu apa kita tidak boleh berharap? dengan memiliki kemungkinan itu, setengahnya pastilah berisi harapan bukan?
Si banyak bicara ini mulai mengoceh lewat tulisannya.
Sudah, ya.. sambil berhenti menulis, aku ingin menghabiskan waktu dengan rutinitasku, ada banyak pekerjaan menumpuk yang harus diselesaikan sekarang, dengan ini sambil kuselingi memiliki kemungkinan dan harapan akan ada seseorang yang nantinya bisa kuajak diskusi dan bercerita tanpa ada batasan. Ah senangnya. Dengan membayangkannya saja sudah terasa menyenangkan!
Have a good day, y'all!
Komentar
Posting Komentar