My first “Liberation Notes”
![]() |
| the "notes" |
Pernah gak kalian merasa tidak tahu apa keinginan kalian sendiri?
Selalu bingung dengan kelakuan diri sendiri bahkan sampai tidak tahu kenapa memutuskan untuk melakukan suatu tindakan tertentu.
Setelah mengobrol dengan seorang teman dekat ku yang kebetulan adalah seorang praktisi psikolog, dia bilang kalau aku tidak bisa mengolah emosi dengan baik, serta kurang bisa melakukan kontrol diri, “kenapa seperti itu kak?” kataku.
“Ya itu karena kamu tidak mengenal dirimu sendiri, kamu harus bisa membedakan perasaan dan emosi apa yang sedang kamu alami, juga memutuskan tindakanmu setelahnya, karena emosi kamu mempengaruhi tindakan yang akan kamu lakukan”
Benar juga, aku selalu tidak tahu mauku apa, mengapa aku melakukan tindakan tertentu. Ternyata itu karena aku tidak mengenal dengan baik siapa diriku sebenarnya.
“Padahal ya Nid, menurutku kamu itu punya cukup banyak waktu untuk me time, bisa-bisanya kamu tidak bisa mengenal dirimu, manfaatkan waktumu untuk lebih mengenal diri sendiri”
“Caranya kak?”
“ya bayar lah, ini sesi konseling, mahal kau kalau ambil sesi ini, bisa-bisanya” sambil ketawa kesal wkwkwk.
“yah, ayo lah kak”
“coba buat catatan, setiap kamu merasakan perbedaan emosi, kamu tulis, tulis aja semua, kenapa kamu merasakan emosi dan perasaan tersebut, bagaimana perasaan itu bisa muncul, penyebabnya apa, respon dan tindakanmu setelahnya bagaimana, nanti lama-lama kamu akan faham setiap perasaan yang kamu rasakan, serta tindakan yang kamu lakukan itu karena emosi apa.
Ketika kamu sudah mengenal dirimu sendiri, kamu jadi bisa mengontrol tindakanmu dan tahu kenapa kamu melakukan tindakan-tindakan tertentu. Misalnya ketika kamu marah, apa yang harus kamu lakukan, respon yang seperi apa yang kira-kira sesuai dan seharusnya bagaimana”
“kalau kenal diri sendiri, tau emosi apa yang sedang dirasakan, kamu jadi bisa mengontrol tindakanmu, tidak gegabah mengambil keputusan, dan bisa mempertimbangkan semua akibat dari respon yang akan kamu lakukan”
“oh makanya dari sana, kita jadi tahu dan bisa memahami karakter kita ya kak”
“iya lah, ya udah nulis aja dulu kamu, nanti lihat perbedaannya”
Setelah sesi konseling cuma-cuma itu, aku pun mempraktikkannya kedalam 4 halaman penuh.
Lalu, aku mulai mengenal "pola" yang selama ini tidak kusadari. Juga aku sekaang tahu, mungkin di tulisan-tulisan kedepannya aku akan menemukan hal apa yang bisa membuatku tersinggung, marah, takut dan beberapa hal lain lainnya.
Asalkan aku tidak malas menulis.


Komentar
Posting Komentar